March 26, 2008
Kemanaren baru beli majalah otomotif ‘Top Gear’ edisi 72. Jadi kangen udah lama ga beli majalah gituan. sejak harganya terus naik ditambah keuangan saya yang ga mengikuti. jadi selama ini baca lewat situs aja. (gratis pastinya)! tetapi di edisi 72 ngebahas tentang supercar-supercar yang ada. wih,, ini bikin ngiler setengah mati. kebetulan dikantong ada duit juga. ga perlu pikir lama-lama. saya rogoh deh duit dikantong.
setelah sampai dirumah saya mulai membuka bungkus plastiknya dengan hati-hati. untuk sekedar pemberitahuan saja, saya sangat menghargai sebuah buku (apalagi masih baru). dengan pelan-pelan saya membalikan halaman pertama dan seterusnya. wow saya kaget sekali, theme penyajiannya sekarang berbeda. serius.. tidak formal tapi justru agak nyeleneh. tapi itu yang membuat saya terkagum-kagum. selain jadi enak dibaca, tampilan barunya memberikan variasi baru. ini mengingatkan saya seperti majalah T3. kurang lebih hampir serupa (sama-sama dari britain kali ya) majalah bulanan ini disajikan seperti majalah edisi koleksi. ga tau kenapa saya berfikir seperti itu. tapi itulah yang saya rasakan. waktu membacanya seperti membaca semi komik. apalagi edisi untuk aprilnya, makin terlihat seperti komik. kalo ada uang lagi, saya pasti beli edisi selanjutnya, ehehe..
ya saya rasa ini perubahan yang baik. menjadi lebih segar. semoga penyajian selanjutnya terus kreatif dan tidak mentok disitu situ aja. terima kasih.
Comments Off |
sport | Tagged: edisi 72, indonesia, majalah, topgear |
Permalink
Posted by dimas aje
March 23, 2008

Seri perdana formula1 telah bergulir. Persiapan berbulan-bulan untuk menyambut musim 2008 telah membuahkan hasil. Beberapa tim papan menengah mulai menunjukan taringnya. Williams Toyota, BMW Sauber dan Toyota menjadi kudah hitam baru yang patut mendapat perhitungan. di seri perdana di Melbourne banyak mengejutkan beberapa pihak, selain Lewis Hamilton tentunya. ada opini mengatakan, ini saatnya pembalap muda mulai mengambil alih. ini bukan isapan jempol semata. terlihat dari urutan finish 1 hingga 5 besar, hanya satu pembalap yang lahir pada tahun angkatan 1970an. Selebihnya mereka yang lahir ditahun 1980an. bahkan yang ditahun 1985 tercatat dua pembalap yaitu Lewis Hamilton dan Nico Roseberg.
Formula1 semakin panas dengan beberapa perubahan aturan main balapan. satu diantaranya menghilangkan sistem kontrol traksi ban. hal ini membuat pembalap yang sudah terbiasa dengan sistem ini perlu adapatasi lebih. mereka dipaksa perlu hati-hati dalam menginjak pedal gas dan rem. salah sedikit saja mobil bisa melintir keluar jalur. hal in terlihat pada felipe massa pada lap lap awal keluar circuit akibat kelebihan atau terlalu awal menginjak gas. Dengan hilangnya sistem ini bisa membawa petaka ada keuntungan sekaligus. Bagi Lewis Hamilton yang sebelum terjun menjadi pembalap formula1 dua tahun yang lalu sudah terbiasa dengan kendaraan tanpa kontrol traksi. ini membawa keuntungan tersendiri baginya.
Berselang 1 minggu seri ke 2 di Sepang, Malaysia sudah didepan mata. pada kualifikasi akhir lagi-lagi duet ferrari di grid terdepan. ini membawa hawa panas serunya balapan yang akan terjadi. sang juara bertahan tak mau dengan mudah menyerah setelah pada race pertama ke dua pembalapnya keluar akibat masalah mesin. ini patut disimak, apakah dominasi ferrari mulai mengancam atau kembali dipercundangi oleh tim-tim dibawahnya. kita lihan saja. tengkyu.
Leave a Comment » |
sport | Tagged: 2008, F1, formula1, race, sepang |
Permalink
Posted by dimas aje